Jumat, 22 Juli 2016

Keutamaan Wanita Salihah

Wanita (istri) shalihah adalah sebuah anugerah yang sangat luar biasa dalam mahligai rumah tangga, terutama bagi suami. Sebagaimana yang digambarkan Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam,
الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita salihah.” (HR. Muslim no. 1467).
Dalam hadist di atas yang dimaksud perhiasan (مَتاَعٌ) adalah tempat untuk bersenang-senang (Syarah Sunan an-Nasai oleh As Sindi, 6/69).

Sehingga, Wanita (istri) shalihah yang ingin mendapatkan status sebaik-baik perhiasan (bagi suaminya) adalah dia yang paling mampu menyenangkan suaminya lahir dan batin.

Beberapa Ciri Wanita Shalihah di Hadapan Suami

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرٍ مَا يَكْنِزُ ا رْملَءُ، ا رْملَأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ، وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ، وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417. dishahihkan oleh Syaikh Muqbil dalam al-Jami’ush Shahih 3/57, “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim”).

Dalam hadist di atas disebutkan, beberapa ciri wanita shalihah adalah :
1. Sedap dipandang Suaminya,
2. Jika diperintahkan Suami akan selalu taat,
3. Jika keberadaan Suami tidak ada maka akan menjaga diri (demi suami).

Wanita shalihah merupakan perkara penting yang dalam mencapai kebahagiaan dalam rumah tangga, sebaliknya wanita suuq (yang jauh dari ke-shalihah) adalah musibah dan kegelapan dalam rumah tangga. Sebagaimana pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ ا رْملَْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَ المَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَ الَمرْكَبُ الْهَنِي؛ وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاءِ الْجَارُ السّوءُ، وَا رْملَْأَةُ السُّوءُ، وَا رْملَكَبُ السُّوءُ، وَ المَسْكَنُ الضَّيِّقُ
“Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit.” (HR. Ibnu Hibban dalam al-Mawarid, 302 dishahihkan Al Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 282).

Sebagai Parameter Mencari Pasang Hidup

Setelah mengetahui beberapa pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, maka bagi para laki-laki yang baik sebaiknya selalu berusaha mencari pasangan yang shalihah. Seperti dalam anjuran Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
تُنْكَحُ ا رْملَْأَةُ رِألَْبَعٍ اِملَلِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena nasabnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka, pilihlah olehmu wanita karena agama, niscaya engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466).

Menikahi Wanita shalihah akan membantu di setiap ketaatan dalam mahligai rumah tangga. Gambaran ini telah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tunjukkan pada kita,
لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَاناً ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ
“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mu'minah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.” (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505).

Semoga Allah memberikan kepada kita Istri-istri shalihah dan dengannya akan terlahir keturunan yang shalih dan shalihah, aamiin... Baarakallohufiikum.

Wallahumusta'an. Wallohu ta'laa a'lam.

Diketik di penghujung Jumat
Di Baluwarti Surakarta Hadiningrat

Abu Fahima Al Ahimza


0 komentar:

Posting Komentar