Selasa, 13 Desember 2016

Menyerah dalam Ta'aruf

Dia Sahabat saya... Seorang yang saya kenal telah melakukan ta'aruf dengan akhwat lebih dari 20x tapi semuanya kandas di tengah jalan. Bahkan ada beberapa dari mereka yg sudah menghitung hari menuju penikahan, tapi nyatanya tidak bisa lanjut juga. 

Saya lihat beliau tidak menyerah. Beliau tetap menjaga azzam kuat untuk tidak berpacaran dan tetap melalui proses ta'aruf.


Dengan bekal Iman dan ketawakkalan atas Taqdir Allah padanya, beliau tetap maju dan memproses setiap penawaran yang masuk kepadanya, termasuk saya sendiri pernah berusaha menjodohkannya sebanyak 2 kali, walaupun qadarullahu masya 'afa 'alaa jodoh yang saya tawarkan juga termasuk yang kandas di tengah jalan.

Alhamdulillah, di pertengahan tahun ini (2016), terdengar kabar yang cukup indah. Yang membuat saya selaku shahabat se-Iman beliau ikut merasakan kegembiraan.

Beliau akhirnya meminang seorang gadis asli Kebumen yang saat itu menjadi pengasuh sebuah Pondok pesantren di Sukoharjo. Dalam sebuah ta'aruf singkat, gadis yang berumur 10 tahun lebih mudah darinya sekarang menjadi pendambing hidupnya. Gadis yang selama ini dia idam-idamkan. Gadis yang mau bersama dia dan saling mencintai karena Allah.

Ini mengingatkan saya tentang kebenaran sebuah ayat Allah.
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا...
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. At Thalaq : 2).

Baarakallahufiikum, sahabatku Semoga ceritamu ini menjadi sebuah Inspirasi bagi para shahabat kita yang lain yang mungkin sampai detik ini belum menemukan belahan hatinya. Semoga azzam yang telah engkau lakukan bisa mendorong ikhwah yang lain juga tidak pernah takut menyerah walaupun gagal berkali-kali dalam proses menuju pernikahan yang sesuai syariat agama kita.

Dari Sahabatmu, yang mencintai mu karena Allah...
Bertemu karena Allah dan berpisah karena-Nya.

Abu Fahima Al Ahimza
Ketua MPI Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gatak Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar