Minggu, 05 Agustus 2012

Ternyata Kasih Sayang Allah sangat besar terhadapa hamba-Nya


Sengaja atau tidak ketika kita melakukan sebuah kemaksiatan sebenarnya kasih sayang Allah masih tertuju pada kita, buktinya :

1. Allah masih menutupi aib kita dari orang lain pada waktu melakukan kemaksiatan, kecuali kita sendiri yang terkadang melakukan secara terang-terangan,

2. Allah sering tidak langsung mengazab kita karena kemaksiatan yang kita lakukan,

3. Allah masih memberikan kita banyak rejeki dan kenikmatan walaupun kita sering bermaksiat kepada-Nya,

4. Allah tidak langsung mencatat sebuah niat kemaksiatan sebelum kemasiatan itu benar-benar dilakukan, ketika kemaksiatan tersebut terealisasi maka Allah hanya akan mencatat keburukan itu dengan satu catatan keburukan tanpa dilipatgandakan,

5. Allah masih menunggu pertobatan kita dari kemaksiatan kita sebelum nyawa sampai ditenggorokan atau matahari terbit dari barat,

6. Allah memberikan banyak sekali petunjuk pada kita agar menghindari kemaksiatan dan ancaman keras bagi kita ketika melakukannya agar kita tidak melakukan kemaksiatan yang merugikan diri kita.

7. Allah memberikan banyak sekali jalan untuk pengampunan dosa ketika seorang sadar akan kesalahannya, dan Rahmat Allah akan selalu terbuka bagi orang yang benar-benar bertobat kepadaNya.

Semoga Bermanfaat.

Tegar S. Ahimza, S. Pd

Wallahu ta'alam bish shawab.

Sabtu, 28 Juli 2012

Pengantar Shalat Tarawih

Pengantar Shalat Tarawih


Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

1. PENGERTIAN SHALAT TARAWIH

Shalat ini dinamakan tarawih yang artinya istirahat karena orang yang melakukan shalat tarawih beristirahat setelah melaksanakan shalat empat raka’at. Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam. Akan tetapi shalat tarawih ini dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, shalat tarawih ini adalah shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan. (Lihat Al Jaami’ li Ahkamish Sholah, 3/63 dan Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/9630)

Sabtu, 21 Juli 2012

Berdoa Di Waktu-Waktu Mustajab di Bulan Ramadhan



Oleh: Yulian Purnama 

Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya.

Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:

يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي

“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu.” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)

Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya di kertas, entah berapa lembar akan terpakai.

Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60)

Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah Ya Rabb.

Persiapkan Diri Menyambut Ramadhan


Penulis : Muhammad Nur Ichwan Muslim


Wahai kaum muslimin, hendaknya kita mengetahui bahwa salah satu nikmat yang banyak disyukuri meski oleh seorang yang lalai adalah nikmat ditundanya ajal dan sampainya kita di bulan Ramadhan. Tentunya jika diri ini menyadari tingginya tumpukan dosa yang menggunung, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat di dalamnya.

Bersyukurlah atas nikmat ini. Betapa Allah ta’ala senantiasa melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi Dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan.

Selasa, 10 Juli 2012

Berbenah Diri Menyambut Bulan Ramadhan

Penulis : Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Allah Ta’ala telah mengutamakan sebagian waktu (zaman) di atas sebagian lainnya, sebagaimana Dia mengutamakan sebagian manusia di atas sebagian lainnya dan sebagian tempat di atas tempat lainnya.
Allah Ta’ala berfirman,

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ
“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka” (QS al-Qashash:68).

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata, “(Ayat ini menjelaskan) menyeluruhnya ciptaan Allah bagi seluruh makhluk-Nya, berlakunya kehendak-Nya bagi semua ciptaan-Nya, dan kemahaesaan-Nya dalam memilih dan mengistimewakan apa (yang dikehendaki-Nya), baik itu manusia, waktu (jaman) maupun tempat”[1].


Termasuk dalam hal ini adalah bulan Ramadhan yang Allah Ta’ala utamakan dan istimewakan dibanding bulan-bulan lainnya, sehingga dipilih-Nya sebagai waktu dilaksanakannya kewajiban berpuasa yang merupakan salah satu rukun Islam.

Selasa, 03 Juli 2012

Syarat Diterimanya sebuah Amalan (Bagian II)

Syarat Sempurnanya Amalan


Amal yang dilakukan dengan ikhlash dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam akan diterima oleh Allah. Akan tetapi amalan tersebut akan semakin sempurna dan tinggi nilainya apabila dilengkapi dengan dua syarat lainnya, yang dinamakan syarthaa kamaalin (dua syarat sempurnanya amalan), yaitu:



=========================

Senin, 02 Juli 2012

Syarat Diterimanya sebuah Amalan (Bagian I)


Siapapun ingin semua amalnya diterima oleh Allah Ta'ala. Akan tetapi tidak semua orang mesti diterima amalnya, karena kenyataannya di antara mereka ada yang tidak memperhatikan amalannya, mereka beramal semaunya sendiri. Ketika ditanya: "Mengapa kamu melakukan ini?" dia menjawab: "Nggak apa-apa, yang penting niatnya." Ada juga di antara mereka yang beramal untuk mencari pujian manusia. Sebenarnya, bagaimanakah suatu amalan agar diterima di sisi Allah Ta'ala?

=====================

Tidak Akan Diterima Amalan Apapun Kecuali dengan Dua Syarat
Ketahuilah saudaraku muslim, semoga Allah memberikan hidayah kepadaku dan kepadamu agar berpegang teguh dengan Al-Kitab dan As-Sunnah, bahwasanya Allah tidak akan menerima amalan apapun dari seorang muslim manapun kecuali dengan dua syarat yang mendasar, yaitu:

=============

Minggu, 03 Juni 2012

GHIBAH YANG DIPERBOLEHKAN

TERNYATA ADA GHIBAH YANG TIDAK DILARANG
==========================
Oleh : dr. Abu Hana


Pengantar :
Dalam Riyadlus Shalihin, kitab al-Umurul Manhie ‘anha (Hal-hal yang dilarang dalam agama), Imam Nawawi رحمه الله –salah seorang tokoh ulama besar dari madzhab Syafi’i—menyebutkan satu bab khusus Maa Yubaahu Minal Ghibah (Apa-apa yang diperbolehkan dari Ghibah), setelah beliau رحمه الله menjelaskan tentang haram dan bahaya ghibah, agar kita tidak mudah melakukan ghibah dan tidak pula melampaui batas dalam menjauhinya, sehingga tidak mau memperingatkan bahaya penyimpangan-penyimpangan aliran sesat.

Rabu, 16 Mei 2012

Hakikat Sejati tentang Muslimah

Banyak pihak, diantaranya orang-orang liberalis, orientalis, pengusung feminisme dan sosialis mengkritik sistem hak dan kewajiban yang ada pada seorang wanita Islam (Muslimah) terhadap laki-laki Muslim dan sebaliknya. Berbekal pemikiran-pemikiran yang didasarkan hawa nafsu mereka menyerang secara frontalis sendi-sendi Islam dan berbagai sistemnya yang telah sempurna ini.


padahal, Allah subhanahu wa ta'alaa berfirman dalam ayatNya yang mulia :

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta`at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri), maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." 
(QS. An-Nisaa', 04 : 34)

Senin, 20 Februari 2012

Beberapa Bukti Keilmiahan Al Quran



Tidak layak seorang muslim beranggapan bahwa ada Kitab yang lebih baik daripada Al-Qur`an. Dengan beriman kepada Al-Qur`an, maka seorang muslim dituntut untuk menolak segala paham yang bertentangan dengan Al-Qur`an.

Paham-paham tersebut antara lain adalah paham Darwinisme, komunisme, atheisme, liberalisme, sekulerisme, dan materialisme. Karena semua paham tersebut sama sekali tidak ilmiah. Tidak pernah ada bukti ilmiah bahwa manusia ini berasal dari kera. Tidak pernah ada bukti ilmiah bahwa dunia ini tercipta dengan sendirinya atau terjadi secara kebetulan.